Keluarga TD Pardede Dilanda “Badai Musim Semi”

“Saya menangis, sedih… malu. Ada apalagi di keluarga DR TD Pardede ? Tadi saya di Polonia pun terus ditengokin orang-orang,” tutur Sariaty boru Pardede ketika ditemui wartawan di Medan, Senin (9/6). Perempuan tua itu langsung melengos, dan menolak dengan tegas, ketika hendak diambil fotonya. “Jangan! Aku malu dimasukin koran dengan berita seperti ini.”

Wajarlah jika dia menangis dan merasa malu. Nama besar ayahnya, TD Pardede, pengusaha yang menjadi kebanggaan semua orang Batak pada dekade 60 sampai 80-an; kini kembali dibicarakan masyarakat di Sumatera Utara, tapi dalam konotasi yang buruk. Anak-anak TD Pardede ribut lagi karena rebutan harta. Sungguh memprihatinkan!

Sebagaimana diberitakan media massa di Medan, Sariaty mengaku telah dikudeta adik-adiknya dari posisi Presiden Komisaris Hotel Danau Toba International (HDTI). Mereka menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), tanpa kehadirannya. Dan secara sepihak, mereka melengserkan Sariaty dari jabatan preskom, kemudian posisi itu diduduki oleh salah seorang adiknya.

“Karena RUPS-LB tidak sah, semua keuangan di bank, saya blokir dan adik-adik yang boleh mencairkan uang atas tanda tangannya (Emmi dan Ani) dan persetujuan saya, setuju dengan langkah saya,” ujar Sariaty. Continue Reading »

Uncategorized

Comments (0)

Permalink

toba lover Menyapa Dunia : Horas !

Horas

Inilah sambutan khas orang Batak dalam berbagai situasi. Ungkapan keramahan, sekaligus ucapan syukur. Sangat bersahaja dan terkesan serius.

Memang, orang Batak tidak pandai berbasa-basi, dan tak menghargai apa saja yang bersifat setengah-setengah, dibuat-buat, dan semu. Itulah yang menimbulkan kesan Batak terlalu lugas dan kurang lembut. Di sisi lain, ada juga yang beranggapan Batak itu ekslusif.

Tapi sesungguhnya, sebagaimana rumah adat Batak yang kokoh, fungsional dan tanpa sekat; orang Batak sangat menghargai hubungan yang tulus, konstruktif dan setara. Anda mungkin sulit masuk, tapi sekali berada di dalam, Anda diterima sepenuhnya sebagai anggota keluarga.

Satu lagi sifat orang Batak, di mana pun berada, selalu membanggakan keindahan Tano Batak, utamanya Tao Toba. Danau yang elok ini, mungkin, adalah representasi unsur-unsur kewanitaan yang tersembunyi di balik watak keras manusia Batak. Perpaduan manusia dan alam yang sangat unik, dan entah kenapa, senantiasa berkonotasi religius–namun tanpa simbol-simbol keagamaan.

Nama blog ini merujuk langsung pada danau tersebut, yang di kalangan Bangso Batak merupakan simbol persatuan paling kuat, mengikat dan tanpa kontroversi.

Disebut demikian, karena orang Batak sendiri banyak yang masih berdebat mengenai silsilah dan sejarah keluarga. Merasa bersaing antara sub-etnis yang satu dengan yang lain. Bahkan. hubungan internal sub-etnis pun masih dipisahkan oleh perasaan unggul daerah tertentu.

Sehingga, jika menganggap Batak Toba sebagai satu kesatuan yang kuat dan utuh, misalnya, kita pasti terkecoh. Kenyataannya, antara orang Balige dengan Porsea, yang cuma berjarak dua kilometer, ada perasaan berbeda dan lebih unggul satu sama lain. Begitu pula orang Sipirok, merasa bukan bagian dari Mandailing. Tapi sebaliknya, orang Seribudolok merasa sebagai gabungan Batak Karo, Simalungun, dan Toba sekaligus.

Tetapi, jika sama-sama memandang ke arah Danau Toba, bisa dipastikan, semua orang Batak akan diliputi perasaan terikat yang sangat kuat. Tidak ada lagi perbedaan. Tidak perlu lagi perdebatan. Sudahpasti, semua orang Batakadalah pewaris Danau Toba. Semua orang Batak adalah toba lover.

Blog ini hadir demi mempererat persatuan Bangso Batak, yang ujungnya akan memperkuat persatuan Indonesia. Dan marilah kita awali interaksi yang indah ini, dengan mengatakan : BATAK ITU KEREN.

Mauliate

toba lover

Uncategorized

Comments (1)

Permalink